Banyak pria datang dengan keluhan yang sama: badan terasa mudah lelah, gampang ngantuk, dan tidak bertenaga. Bahkan ada yang merasa sudah tidur cukup, tidak bekerja berat, tapi tetap saja capek sepanjang hari.
Sekilas kondisi ini terlihat seperti hal biasa. Kita sering menganggapnya sebagai efek dari pekerjaan, kurang istirahat, atau sekadar faktor usia. Padahal, hati-hati. Kondisi ini sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh kita.
Di artikel ini, saya akan membahas enam penyebab paling sering kenapa pria mudah capek, serta apa solusi yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.
1. Kualitas Tidur Buruk
Banyak orang merasa sudah tidur, tapi bangun tetap lelah. Masalahnya bukan pada durasi saja, tapi kualitas tidur yang buruk.
Tidur adalah proses pemulihan paling penting bagi tubuh. Saat kita tidur, tubuh memperbaiki sel, menyeimbangkan hormon, dan memulihkan energi. Kalau kualitas tidur terganggu, maka proses ini tidak berjalan optimal.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain tidur terlalu larut, jadwal tidur yang tidak teratur, bermain gadget sebelum tidur, atau makan terlalu dekat dengan waktu tidur. Selain itu, kondisi seperti mendengkur berat juga bisa menjadi tanda gangguan serius seperti sleep apnea, yang membuat tubuh kekurangan oksigen saat tidur.
Idealnya, pria dewasa membutuhkan tidur sekitar 7–9 jam per malam dengan jadwal yang konsisten. Tidur dalam kondisi gelap, suhu ruangan yang nyaman, dan tanpa gangguan gadget sangat membantu meningkatkan kualitas tidur.
2. Jarang Olahraga
Banyak pria berpikir bahwa aktivitas fisik sehari-hari sudah cukup menggantikan olahraga. Padahal, aktivitas dan olahraga adalah dua hal yang berbeda.
Olahraga yang teratur dan terukur memiliki manfaat besar untuk tubuh, mulai dari meningkatkan metabolisme, memperbaiki kualitas tidur, hingga meningkatkan energi harian. Sebaliknya, tubuh yang jarang dilatih akan mengalami penurunan fungsi otot dan sistem kardiovaskular, sehingga kita lebih mudah merasa lelah.
Untuk menjaga kebugaran, kita disarankan melakukan olahraga aerobik minimal 150 menit per minggu, seperti jalan cepat, lari, atau bersepeda. Selain itu, olahraga kekuatan seperti angkat beban atau latihan tubuh juga penting dilakukan minimal dua kali seminggu.
3. Stres Kronis
Stres bukan hanya berdampak pada pikiran, tapi juga sangat mempengaruhi kondisi fisik tubuh.
Saat kita mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Hormon ini jika terus meningkat dapat menyebabkan gangguan tidur, menurunkan energi, bahkan mempengaruhi fungsi seksual pria.
Tidak jarang saya menemukan pria yang datang dengan keluhan lemas dan ternyata penyebab utamanya adalah stres yang tidak terkelola dengan baik.
Untuk mengatasinya, kita perlu mulai dari hal sederhana seperti mengurangi paparan berita negatif, membatasi penggunaan gadget terutama sebelum tidur dan saat bangun pagi, serta melatih diri dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau journaling. Dengan menulis apa yang kita rasakan, kita membantu pikiran menjadi lebih ringan dan teratur.
4. Penyakit Metabolisme
Kondisi seperti diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan asam urat sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas di awal. Namun, salah satu tanda yang sering muncul adalah tubuh mudah lelah.
Gangguan metabolisme menyebabkan tubuh tidak mampu mengolah energi dengan baik. Akibatnya, kita merasa cepat capek walaupun aktivitas tidak terlalu berat.
Sayangnya, banyak pria baru menyadari kondisi ini ketika sudah cukup parah. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, minimal satu kali dalam setahun. Pemeriksaan seperti gula darah, kolesterol, tekanan darah, dan asam urat dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini.
5. Kekurangan Vitamin D
Meskipun kita tinggal di negara tropis, ternyata banyak pria yang mengalami kekurangan vitamin D.
Vitamin D memiliki peran penting dalam fungsi otot, sistem imun, kualitas tidur, dan produksi energi. Ketika kadarnya rendah, tubuh akan terasa lemah, mudah pegal, dan cepat lelah.
Hal ini bisa terjadi karena kurangnya paparan sinar matahari langsung atau pola hidup yang lebih banyak di dalam ruangan. Selain itu, penggunaan pakaian tertutup dan sunscreen juga dapat mengurangi produksi vitamin D alami.
Solusinya adalah dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi hingga siang hari dalam durasi yang cukup. Jika diperlukan, kita juga bisa mempertimbangkan suplementasi setelah berkonsultasi dengan dokter.
6. Hormon Testosteron Menurun
Ini adalah salah satu faktor yang paling sering tidak disadari oleh pria.
Testosteron adalah hormon utama yang berperan sebagai “bahan bakar” tubuh pria. Hormon ini mempengaruhi energi, massa otot, suasana hati, hingga fungsi seksual.
Ketika kadar testosteron menurun, pria akan merasakan berbagai keluhan seperti mudah capek, ngantuk, mood tidak stabil, berat badan meningkat, hingga gangguan ereksi.
Penurunan testosteron biasanya terjadi seiring bertambahnya usia, terutama setelah 40 tahun. Namun, gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang olahraga, obesitas, dan stres juga dapat mempercepat penurunan ini bahkan di usia yang lebih muda.
Jika kita mengalami gejala-gejala tersebut, penting untuk melakukan pemeriksaan hormon testosteron dan berkonsultasi dengan dokter andrologi. Dalam kondisi tertentu, terapi hormon dapat menjadi solusi untuk mengembalikan kualitas hidup.
Artikel ini telah direview oleh:
dr. Jefry Albari Tribowo, Sp.And, FECSM

