Belakangan ini, banyak informasi yang beredar bahwa pria harus ejakulasi atau masturbasi sebanyak 21 kali per bulan untuk mencegah kanker prostat. Tidak sedikit yang akhirnya jadi overthinking, bahkan ada yang merasa harus memaksakan diri demi mencapai angka tersebut. Pertanyaannya, apakah ini benar secara medis, atau hanya salah tafsir dari penelitian?
Di artikel ini, saya akan membahasnya secara jujur dan berbasis medis, supaya kita tidak ikut-ikutan panik tanpa dasar. Harapannya, setelah membaca sampai akhir, kita bisa memahami mana yang fakta dan mana yang sekadar misinterpretasi.
Apa Itu Kanker Prostat?
Prostat adalah kelenjar kecil dalam sistem reproduksi pria yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra. Fungsinya adalah menghasilkan cairan yang membantu melindungi dan menyuburkan sperma. Organ ini dimiliki oleh semua pria dan memiliki peran penting dalam kesuburan.
Seiring bertambahnya usia, sel-sel di prostat dapat mengalami perubahan. Dalam beberapa kondisi, perubahan ini bisa berkembang menjadi kanker prostat yang bersifat ganas. Kanker prostat termasuk salah satu kanker yang paling sering ditemukan pada pria, terutama di usia di atas 50 tahun.
Apa Saja Penyebab Kanker Prostat?
Yang perlu kita pahami sejak awal adalah bahwa kanker prostat merupakan penyakit yang bersifat multifaktorial, sehingga tidak ada satu penyebab tunggal yang pasti. Risiko terjadinya kanker prostat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi dalam tubuh. Usia menjadi faktor paling kuat, di mana risiko meningkat signifikan seiring bertambahnya umur. Selain itu, faktor genetik juga berperan, terutama jika terdapat riwayat kanker prostat dalam keluarga.
Di samping itu, gaya hidup turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker prostat. Kondisi obesitas, pola makan tinggi lemak, kebiasaan merokok, serta kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan. Semua faktor ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling memengaruhi dalam jangka panjang.
Dari Mana Muncul Angka 21 Kali per Bulan?
Angka 21 kali per bulan sebenarnya berasal dari sebuah penelitian besar yang diterbitkan pada tahun 2016. Penelitian ini melibatkan lebih dari 30.000 pria yang diikuti selama hampir 20 tahun untuk melihat hubungan antara frekuensi ejakulasi dan risiko kanker prostat.
Para peneliti mengumpulkan data mengenai seberapa sering peserta melakukan ejakulasi, lalu membandingkannya dengan kejadian kanker prostat di kemudian hari. Hasilnya menunjukkan bahwa pria yang ejakulasi lebih sering, yaitu sekitar 21 kali atau lebih per bulan, memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya 4–7 kali per bulan. Penurunan risikonya dilaporkan sekitar 20%.
Apakah Artinya Harus 21 Kali per Bulan?
Di sinilah banyak orang mulai salah memahami hasil penelitian tersebut. Penelitian ini merupakan studi observasional, yang berarti hanya menunjukkan adanya hubungan, bukan sebab-akibat. Dengan kata lain, penelitian ini tidak membuktikan bahwa ejakulasi secara langsung mencegah kanker prostat.
Artinya, tidak bisa disimpulkan bahwa jika seseorang memaksakan diri untuk ejakulasi 21 kali per bulan, maka ia pasti terlindungi dari kanker prostat. Interpretasi seperti ini terlalu menyederhanakan hasil penelitian yang sebenarnya kompleks.
Kenapa Tidak Bisa Dibilang Sebab-Akibat?
Ada banyak faktor lain yang bisa memengaruhi hasil penelitian tersebut. Pria yang sering ejakulasi mungkin saja memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik secara umum, termasuk hormon yang lebih seimbang dan fungsi tubuh yang lebih optimal. Kondisi ini bisa menjadi faktor utama yang menurunkan risiko kanker, bukan frekuensi ejakulasinya itu sendiri.
Selain itu, ada kemungkinan terjadinya reverse causation, di mana pria yang sudah memiliki masalah kesehatan atau kanker yang belum terdiagnosis mengalami penurunan libido. Akibatnya, frekuensi ejakulasi menjadi lebih rendah, sehingga terlihat seolah-olah ejakulasi rendah meningkatkan risiko kanker.
Bagaimana dengan Teori “Membersihkan Prostat”?
Beberapa teori mencoba menjelaskan hubungan ini secara biologis. Salah satunya adalah hipotesis bahwa ejakulasi membantu mengeluarkan zat-zat yang berpotensi berbahaya dari dalam prostat. Selain itu, ejakulasi juga diduga dapat mengurangi inflamasi dan menjaga lingkungan prostat tetap sehat.
Namun, penting untuk dipahami bahwa semua mekanisme ini masih berupa dugaan. Hingga saat ini, belum ada bukti kuat yang memastikan bahwa proses tersebut benar-benar menjadi penyebab utama penurunan risiko kanker prostat.
Jadi, Haruskah Kita Mengejar 21 Kali per Bulan?
Jawabannya adalah tidak perlu memaksakan diri. Setiap pria memiliki kondisi tubuh, hormon, dan kebutuhan seksual yang berbeda, sehingga tidak ada angka pasti yang harus dicapai oleh semua orang. Memaksakan diri justru berpotensi menimbulkan masalah lain.
Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah kecanduan pornografi dan gangguan kesehatan mental. Jika aktivitas ini dilakukan secara berlebihan dan tidak terkontrol, dampaknya bisa lebih merugikan dibanding manfaat yang belum terbukti secara pasti.
Cara yang Terbukti Menurunkan Risiko Kanker Prostat
Jika tujuan kita adalah menjaga kesehatan prostat, maka pendekatan yang paling efektif adalah melalui gaya hidup sehat. Menjaga berat badan ideal sangat penting karena obesitas berkaitan dengan kanker prostat yang lebih agresif. Selain itu, olahraga rutin minimal 150 menit per minggu juga terbukti membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Pola makan sehat juga berperan besar, terutama dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan sumber lemak sehat seperti ikan. Di sisi lain, konsumsi daging olahan, lemak jenuh, rokok, dan alkohol sebaiknya dibatasi. Langkah penting lainnya adalah melakukan skrining PSA secara rutin, terutama setelah usia 50 tahun atau lebih awal jika memiliki faktor risiko.
Artikel ini telah direview oleh:
dr. Jefry Albari Tribowo, Sp.And, FECSM

