Tanda Diabetes yang Sering Diabaikan

Diabetes melitus atau yang sering dikenal sebagai penyakit gula merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun. Yang menjadi masalah, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sudah mengalami diabetes hingga akhirnya muncul komplikasi serius seperti gagal ginjal, stroke, penyakit jantung, luka yang sulit sembuh, bahkan amputasi.

Tidak sedikit pasien yang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes ketika kondisinya sudah cukup berat. Padahal, tubuh sebenarnya sering memberikan berbagai sinyal peringatan sejak awal. Sayangnya, tanda-tanda tersebut sering dianggap sepele atau disalahartikan sebagai keluhan biasa.

Berikut enam gejala diabetes yang perlu Anda waspadai.

1. Sering Buang Air Kecil

Salah satu gejala paling khas dari diabetes adalah sering buang air kecil atau poliuria. Kondisi ini terjadi karena kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine.

Gula memiliki sifat menarik cairan. Akibatnya, semakin banyak gula yang dibuang melalui urine, semakin banyak pula cairan tubuh yang ikut keluar. Inilah sebabnya penderita diabetes sering mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, termasuk pada malam hari.

Tentu tidak semua orang yang sering kencing pasti menderita diabetes. Infeksi saluran kemih, pembesaran prostat pada pria, atau konsumsi cairan yang berlebihan juga dapat menyebabkan keluhan serupa. Namun jika sering buang air kecil terjadi tanpa sebab yang jelas, terutama disertai gejala lain dalam artikel ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan gula darah.

2. Mudah Haus dan Sering Minum

Karena tubuh kehilangan banyak cairan melalui urine, penderita diabetes biasanya akan lebih mudah merasa haus. Kondisi ini dikenal sebagai polidipsia.

Tubuh akan berusaha menggantikan cairan yang hilang dengan memicu rasa haus yang berlebihan. Akibatnya, seseorang bisa merasa ingin terus minum meskipun sebenarnya sudah cukup mengonsumsi cairan.

Perlu dibedakan antara rasa haus normal setelah berolahraga atau beraktivitas berat dengan rasa haus yang muncul terus-menerus tanpa penyebab yang jelas. Jika Anda merasa lebih sering minum dibanding biasanya dan keluhan ini berlangsung terus-menerus, ada baiknya mulai waspada.

3. Mudah Lapar Meski Sudah Makan

Gejala khas berikutnya adalah mudah lapar atau polifagia. Banyak penderita diabetes merasa cepat lapar meskipun baru saja makan.

Hal ini terjadi karena tubuh mengalami gangguan dalam menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Pada diabetes, gula sebenarnya banyak beredar di dalam darah, tetapi tidak dapat masuk ke dalam sel secara optimal akibat gangguan hormon insulin.

Akibatnya, sel-sel tubuh seolah-olah mengalami kekurangan energi meskipun kadar gula darah sangat tinggi. Tubuh kemudian merespons dengan mengirimkan sinyal lapar secara terus-menerus.

Tidak jarang penderita diabetes mengalami kondisi unik berupa nafsu makan yang meningkat tetapi berat badan justru menurun. Namun perlu diingat, diabetes tidak hanya terjadi pada orang kurus. Banyak penderita diabetes justru memiliki berat badan berlebih atau obesitas sebelum akhirnya mengalami penurunan berat badan akibat penyakit yang tidak terkontrol.

4. Kesemutan, Kebas, dan Gangguan Saraf

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf di berbagai bagian tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik.

Keluhan yang paling sering muncul adalah kesemutan, rasa baal, kebas, atau sensasi seperti tertusuk-tusuk jarum pada kaki dan tangan. Pada tahap yang lebih berat, penderita bahkan bisa kehilangan sensasi rasa sehingga tidak menyadari adanya luka atau cedera.

Selain menyerang saraf pada anggota gerak, diabetes juga dapat memengaruhi saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Karena itu, gangguan saraf sering menjadi salah satu komplikasi awal yang dialami penderita diabetes yang tidak terdiagnosis.

Selain gangguan saraf, diabetes juga dapat menimbulkan perubahan pada kulit. Salah satu tanda yang cukup sering ditemukan adalah munculnya area kulit yang menghitam dan menebal, terutama di lipatan tubuh seperti leher belakang, ketiak, atau selangkangan. Kondisi yang dikenal sebagai acanthosis nigricans ini sering berkaitan dengan resistensi insulin dan dapat menjadi petunjuk awal adanya gangguan metabolisme.

5. Luka Sulit Sembuh

Jika Anda memiliki luka yang memerlukan waktu sangat lama untuk sembuh, kondisi ini juga perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda diabetes.

Tingginya kadar gula darah dapat merusak pembuluh darah kecil yang bertugas mengantarkan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Akibatnya, proses penyembuhan luka menjadi jauh lebih lambat dibandingkan orang normal.

Selain itu, diabetes juga membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Luka kecil yang awalnya tampak ringan dapat berkembang menjadi infeksi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Inilah alasan mengapa penderita diabetes sering mengalami masalah pada kaki yang dikenal sebagai diabetic foot atau kaki diabetik. Pada kondisi yang berat, infeksi dapat menyebar luas hingga menyebabkan jaringan mati dan memerlukan tindakan amputasi.

Karena itu, setiap luka pada penderita diabetes harus mendapatkan perhatian serius dan tidak boleh dianggap sepele.

6. Gangguan Fungsi Seksual

Banyak orang tidak menyadari bahwa gangguan fungsi seksual juga bisa menjadi tanda diabetes yang tidak terkontrol.

Pada pria, diabetes merupakan salah satu penyebab utama disfungsi ereksi atau impotensi. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang berperan dalam proses ereksi. Selain itu, diabetes juga dapat menurunkan kadar hormon testosteron yang berperan penting dalam gairah seksual pria.

Akibatnya, penderita dapat mengalami penurunan libido, ereksi yang tidak sekeras biasanya, atau kesulitan mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual.

Pada beberapa kasus, diabetes juga dapat menyebabkan gangguan ejakulasi, termasuk kondisi yang disebut ejakulasi retrograd atau ejakulasi kering. Pada kondisi ini, orgasme tetap terjadi tetapi air mani tidak keluar karena masuk kembali ke kandung kemih akibat gangguan saraf yang mengatur proses ejakulasi.

Karena itu, pria yang mengalami gangguan ereksi tanpa penyebab yang jelas sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan gula darah sebagai bagian dari evaluasi kesehatan.

Jangan Tunggu Sampai Terjadi Komplikasi

Sering buang air kecil, mudah haus, mudah lapar, kesemutan, luka sulit sembuh, hingga gangguan fungsi seksual merupakan beberapa tanda yang dapat mengarah pada diabetes. Meskipun gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang pasti menderita diabetes, keluhan yang muncul secara bersamaan patut menjadi alarm untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis diabetes adalah melalui pemeriksaan gula darah. Semakin cepat penyakit ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi serius di kemudian hari.

Jangan menunggu hingga muncul gagal ginjal, kebutaan, amputasi, atau gangguan jantung. Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter dan lakukan pemeriksaan gula darah sedini mungkin.

Artikel ini telah direview oleh:
dr. Jefry Albari Tribowo, Sp.And, FECSM

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top