Seorang pria lansia melakukan masturbasi untuk menyalurkan gairah seksual. Pertanyaannya, amankah seorang pria lanjut usia melakukan masturbasi? Ini adalah pertanyaan yang cukup sering muncul, tetapi jarang dibahas secara terbuka. Pada artikel ini, kita akan membahas secara medis dan realistis bagaimana masturbasi pada usia lanjut, apa yang masih tergolong normal, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman.
Pertanyaan dari Pembaca
SAYA PRIA 62 TAHUN. ISTRI SAYA SUDAH MENINGGAL 4 TAHUN YANG LALU. SEJAK ITU SAYA HIDUP SENDIRIAN SAJA. KADANG SAYA MERASA MASIH ADA GAIRAH WALAUPUN TIDAK SEPERTI. EREKSI JUGA SUDAH TIDAK SEKERAS DULU.
YANG INGIN SAYA TANYA APAKAH DI USIA SAYA SEPERTI INI MASIH BOLEH MELAKUKAN MASTURBASI? SAYA KADANG MELAKUKAN KARENA MERASA ADA DORONGAN TAPI SETELAH ITU KADANG MUNCUL RASA KHAWATIR APAKAH HAL ITU WAJAR ATAU JUSTRU BISA BERDAMPAK BURUK BAGI KESEHATAN SAYA. APAKAH ADA BATASAN TERTENTU YANG SEBAIKNYA SAYA PERHATIKAN MENGINGAT KEMAMPUAN EREKSI SAYA JUGA SUDAH MENURUN?!
TERIMA KASIH
Pertama-tama, saya ingin mengatakan bahwa pertanyaan seperti ini sangat wajar. Banyak pria seusia beliau memiliki pertanyaan yang sama, hanya saja tidak semua berani untuk mengungkapkannya secara terbuka.
Gairah Seksual di Usia Lanjut: Masih Normal atau Tidak?
Perlu dipahami bahwa gairah seksual tidak hilang begitu saja hanya karena usia bertambah. Memang benar, kadar testosteron akan menurun seiring bertambahnya usia, tetapi penurunan ini tidak membuat libido menjadi nol. Banyak pria usia 60 tahun ke atas yang masih memiliki dorongan seksual, meskipun intensitasnya tidak seperti saat usia muda.
Selain itu, kehilangan pasangan bukan berarti fungsi seksual harus berhenti. Kebutuhan akan kedekatan (intimacy) dan penyaluran seksual tetap bisa ada, dan hal tersebut merupakan bagian normal dari fungsi biologis manusia.
Ereksi Menurun: Wajar, Tapi Tetap Perlu Evaluasi
Penurunan kualitas ereksi adalah hal yang umum terjadi pada usia lanjut. Namun, penting untuk diingat bahwa penyebabnya bisa sangat luas, tidak hanya karena faktor usia.
Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Diabetes (gula darah tinggi)
- Kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Asam urat
- Penurunan hormon testosteron
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan medical check-up rutin setiap tahun. Selain itu, hindari konsumsi obat-obatan sembarangan tanpa pengawasan dokter, karena beberapa obat dapat memengaruhi fungsi ereksi.
Apakah Masturbasi Aman untuk Lansia?
Jawabannya adalah ya, masturbasi pada pria usia lanjut umumnya aman dilakukan, selama dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan. Bahkan, bagi pria yang hidup sendiri tanpa pasangan, masturbasi bisa menjadi cara penyaluran seksual yang paling aman.
Tidak ada angka pasti mengenai berapa kali frekuensi yang ideal. Patokannya sederhana: selama tubuh terasa nyaman, tidak menyebabkan kelelahan berlebihan, tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, dan tidak menimbulkan masalah psikologis, maka hal tersebut masih dalam batas normal.
Manfaat Masturbasi pada Usia Lanjut
Jika dilakukan dengan bijak, masturbasi juga memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Membantu menjaga kesehatan prostat
- Mengurangi stres dan ketegangan
- Membantu tidur menjadi lebih nyenyak
Namun perlu diingat, masturbasi bukanlah kewajiban. Jika tidak merasa nyaman, tidak perlu dipaksakan.
Perasaan Bersalah Setelah Masturbasi: Apakah Normal?
Banyak pria, terutama yang sudah kehilangan pasangan, sering merasa bersalah setelah melakukan masturbasi. Perasaan ini sebenarnya cukup umum. Namun secara medis dan biologis, munculnya gairah seksual adalah hal yang normal dan tidak perlu disalahkan.
Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan sehat, tanpa berlebihan, dan tetap menjaga keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. Mengalihkan energi ke aktivitas positif seperti olahraga, hobi, atau kegiatan sosial juga bisa membantu menjaga keseimbangan ini.
Hal yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Aman
Agar masturbasi tetap aman di usia lanjut, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
- Hindari gerakan yang terlalu kuat untuk mencegah cedera
- Gunakan pelumas jika diperlukan, karena jaringan bisa menjadi lebih sensitif dan kering
- Jangan menggunakan benda atau alat yang berisiko menyebabkan luka
- Hindari ketergantungan berlebihan, terutama jika berkaitan dengan konsumsi pornografi
Artikel ini telah direview oleh:
dr. Jefry Albari Tribowo, Sp.And, FECSM

