Banyak orang masih mengira bahwa gangguan seksual seperti impoten, gairah rendah, atau ejakulasi dini hanya dialami oleh pria usia lanjut. Padahal, di praktik sehari-hari justru semakin sering ditemukan keluhan tersebut pada pria usia muda. Masalahnya sering dianggap sepele, dianggap sementara, atau bahkan dianggap “hanya di pikiran”. Padahal jika dibiarkan, kondisi ini bisa berlanjut dan berdampak pada kepercayaan diri, hubungan dengan pasangan, hingga keharmonisan rumah tangga. Berikut adalah lima penyebab utama yang paling sering membuat pria usia muda mengalami gangguan fungsi seksual.
1. Stres
Stres merupakan penyebab paling sering dan paling dominan pada pria muda dengan keluhan disfungsi ereksi, libido rendah, maupun ejakulasi dini. Ciri khas dari gangguan seksual akibat stres adalah kondisi fisik sebenarnya masih relatif baik. Ereksi pagi hari masih muncul dengan normal, masturbasi masih bisa dilakukan, tetapi saat bersama pasangan justru ereksi sulit muncul atau cepat menurun. Hal ini sering membuat pria bingung dan menyalahkan diri sendiri atau pasangannya.
Secara medis, fungsi seksual sangat dikendalikan oleh sistem saraf otonom, yaitu sistem saraf yang bekerja otomatis dan tidak bisa kita kendalikan secara sadar. Saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan lebih dominan berada dalam kondisi “siaga” atau fight-or-flight. Kondisi ini membuat aliran darah ke penis dan respon ereksi menjadi terganggu. Stres banyak ditemukan pada pria muda yang bekerja berat, memiliki tekanan pekerjaan tinggi, kelelahan fisik, jam kerja panjang, serta kurang istirahat. Ditambah lagi paparan media sosial yang berlebihan, berita negatif, tuntutan hidup, dan perbandingan sosial yang tidak sehat, semuanya memperburuk kondisi psikologis. Jika stres tidak dikelola dengan baik dan berlangsung lama, bukan hanya fungsi seksual yang terganggu, tetapi juga bisa memicu konflik rumah tangga dan masalah relasi dengan pasangan.
2. Malas Gerak
Gaya hidup pria muda saat ini sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Dulu, aktivitas fisik sehari-hari jauh lebih tinggi karena banyak berjalan, bekerja secara manual, dan lebih sering terpapar sinar matahari. Saat ini, aktivitas harian banyak dihabiskan dengan duduk, menatap layar, dan bergerak seminimal mungkin. Jalan sedikit saja sudah terbiasa memesan transportasi online, pekerjaan didominasi duduk di dalam ruangan, dan jarang keluar rumah.
Padahal, aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kesehatan otot, aliran darah, metabolisme, dan fungsi seksual. Banyak pria merasa sudah cukup aktif hanya karena melakukan aktivitas ringan atau bergerak seadanya, padahal itu belum tentu cukup. Prinsip olahraga yang baik adalah teratur, terukur, dan terstruktur. Olahraga ringan tanpa konsistensi atau tanpa progres sering kali tidak memberikan dampak signifikan pada kesehatan hormon. Bahkan lari saja belum tentu cukup bila tidak disertai latihan kekuatan. Olahraga kekuatan seperti angkat beban berperan besar dalam mempertahankan massa otot dan menjaga kadar hormon testosteron. Jika jarang mengangkat beban dan jarang melatih otot, maka otot akan mengecil dan hormon testosteron akan menurun lebih cepat, yang akhirnya berdampak langsung pada gairah dan kekuatan ereksi.
3. Pola Makan Tidak Sehat
Saat ini makanan cepat saji dan junk food semakin mudah ditemukan dan menjadi kebiasaan banyak pria muda. Pola makan tinggi kalori, tinggi gula, tinggi lemak jenuh, rendah serat, dan penuh pengawet sering dianggap praktis dan mengenyangkan. Sayangnya, jenis makanan ini umumnya miskin zat gizi mikro yang sangat dibutuhkan tubuh. Padahal tubuh membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk memproduksi hormon testosteron dan menjaga fungsi seksual tetap optimal.
Makanan yang benar-benar mendukung kesehatan seksual justru berasal dari bahan segar seperti sayur, buah, protein berkualitas, lemak sehat, serta makanan alami yang minim proses. Selain itu, kebiasaan merokok, penggunaan vape, dan konsumsi alkohol juga berperan besar dalam merusak pembuluh darah dan keseimbangan hormon. Jika pembuluh darah terganggu dan hormon tidak optimal, maka ereksi dan gairah seksual pun akan ikut terdampak.
4. Kegemukan
Kegemukan umumnya merupakan konsekuensi dari kombinasi malas gerak dan pola makan tidak sehat. Ketika kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan yang dibakar, maka lemak akan menumpuk. Lemak berlebih ini bukan hanya masalah estetika, tetapi juga masalah hormonal. Jaringan lemak dapat menurunkan kadar hormon testosteron dan meningkatkan hormon estrogen. Akibatnya, pada beberapa pria bisa muncul pembesaran payudara, penurunan gairah, dan penurunan kekuatan ereksi.
Jika kegemukan berlangsung lama, risiko gangguan kesehatan semakin besar. Pembentukan dan fungsi organ reproduksi bisa menjadi tidak optimal, penis tampak lebih kecil karena “terkubur” oleh lemak di sekitar panggul, dan risiko penyakit metabolik meningkat. Selain itu, kegemukan juga mempercepat proses penuaan dan menurunkan harapan hidup. Semua ini berkontribusi terhadap penurunan kualitas hidup dan fungsi seksual pria.
5. Kecanduan Pornografi dan Masturbasi
Paparan internet sejak usia muda membuat akses terhadap pornografi menjadi sangat mudah. Awalnya mungkin hanya konten ringan atau soft porn, tetapi seiring waktu banyak orang mencari rangsangan yang lebih ekstrem karena rangsangan sebelumnya sudah tidak lagi memberikan efek yang sama. Proses ini berkaitan dengan sistem dopamin di otak. Paparan rangsangan berlebihan secara terus-menerus akan menyebabkan desensitisasi, yaitu kondisi di mana otak menjadi kurang peka terhadap rangsangan seksual alami.
Akibatnya, gairah terhadap pasangan nyata menurun dan seseorang menjadi semakin bergantung pada pornografi dan masturbasi untuk mendapatkan kepuasan. Jika kecanduan sudah parah, pria bisa mengalami kesulitan ereksi saat bersama pasangan, sulit bergairah dengan wanita biasa, dan lebih memilih stimulasi sendiri. Kondisi ini sering kali tidak disadari sampai akhirnya muncul keluhan disfungsi ereksi, ejakulasi dini, atau libido yang sangat rendah.
Artikel ini telah direview oleh:
dr. Jefry Albari Tribowo, Sp.And

