Mitos/Fakta Ereksi & Impotensi

Di artikel kali ini kita akan membahas 10 pernyataan terkait mitos dan fakta tersering tentang ereksi dan penyakit impotensi alias disfungsi ereksi. Ada beberapa hal yang mungkin sering kita dengar ternyata hanya mitos, tetapi ada juga fakta mengejutkan yang mungkin belum kita ketahui.

Baiklah, sekarang kita akan mulai membahas mitos dan fakta terkait ereksi dan impotensi. Nantinya, kameramen akan membacakan setiap pernyataan satu per satu, dan saya akan menjawab apakah itu mitos atau fakta serta memberikan penjelasan ilmiahnya.

  1. Meminum kopi itu bisa membuat ereksi semakin keras (FAKTA)

Memang betul, kopi bisa membantu mengoptimalkan ereksi pria, tetapi ada beberapa catatan penting. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang rutin mengonsumsi 1-2 cangkir kopi per hari cenderung lebih jarang mengalami gangguan ereksi dibandingkan yang tidak mengonsumsi kafein. Hal ini dikarenakan kandungan kafein dalam kopi dapat membantu membuat aliran darah di penis lebih baik dan mengoptimalkan kadar hormon testosteron sehingga fungsi ereksinya maksimal.

Namun, hati-hati dengan produk kopi yang mengklaim bisa membuat ereksi lebih baik secara instan. Karena sebetulnya kafein itu sendiri tidak mungkin bisa membuat ereksi menjadi lebih baik secara instan setelah mengkonsumsinya. Seringkali yang terjadi adalah banyak kopi-kopi untuk ereksi yang dicampur dengan bahan obat-obatan kimia.

Hal ini terbukti ketika ada banyak kopi illegal yang setelah diteliti oleh BPOM, ditemukan kandungan obat kimia seperti paracetamol dan viagra. Permasalahannya adalah dosis kandungan obat kimia tersebut tidak jelas, dan bukan tidak mungkin dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh jika dosisnya terlalu tinggi.

  1. ­­Onani bisa membuat seorang pria terkena penyakit impotensi (MITOS)

Ini salah satu pernyataan yang paling sering ditanyakan ke saya ya, terutama oleh para pria-pria insan colikiawan, alias pelaku onani garis keras. Biasanya mereka menjadi khawatir karena pernah mendengar atau membaca berita yang menyebutkan kalau onani atau masturbasi itu bisa menyebabkan impotensi.

Tetapi sesungguhnya kegiatan onani tersebut tidak akan bisa menyebabkan terjadinya gangguan ereksi pada pria. Bayangkan saja kalau memang betul onani bisa menyebabkan gangguan ereksi, mungkin para pria-pria sekarang sebagian besar sudah menderita penyakit tersebut di usia muda.

Lantas, mengapa ada kasus seseorang yang mengalami impotensi setelah rutin melakukan onani? Jawabannya ada dua kemungkinan. Yang pertama bisa saja pria tersebut terdapat kondisi penyakit lain yang kemudian mengakibatkan impotensi, dan kebetulan momennya pria tersebut memang sedang rutin melakukan onani. Terkait apa saja penyebab gangguan yang mengakibatkan impotensi, saya sudah pernah membahasnya di artikel sebelumnya.

Sekarang kemungkinan kedua, ini yang cukup sering mengakibatkan adanya seseorang yang melakukan onani akhirnya terjadi penyakit impotensi. Yaitu adalah timbulnya kecemasan dan stres yang tinggi juga rasa bersalah setelah melakukan onani, dan saat ia membaca-baca artikel keliru yang menyatakan onani dapat mengakibatkan impotensi, ia menjadi semakin stres sehingga akhirnya terjadilah gangguan ereksi. Jadi yang mengakibatkan impotensinya adalah kecemasannya itu, bukan dikarenakan perilaku onaninya secara langsung.

  1. Obat viagra bisa menyebabkan penyakit jantung jika dikonsumsi (MITOS)

Jadi memang salah satu obat ereksi yang sangat terkenal sedari dulu itu adalah viagra. Obat viagra ini sendiri sebetulnya adalah merek obat paten yang dikeluarkan oleh perusahaan farmasi Pfizer, dan isi kandungan obat tersebut nama bahan kimanya adalah sildenafil.

Fakta menariknya, sejarah penggunaan obat viagra ini digunakan pertama kali di tahun 1989 untuk pengobatan penyakit darah tinggi dan penderita gangguan jantung, karena efek obat ini diharapkan dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi pada pasien-pasien pengidap penyakit tersebut.

Tetapi seiring berjalannya penelitian untuk obat tersebut, ditemukan kalau efek untuk menganggulangi penyakit jantungnya kurang begitu maksimal, tetapi ditemukan pada pria yang mengkonsumsi obat tersebut justru ereksinya menjadi semakin membaik. Alhasil setelah itu, obat tersebut digunakan sebagai pengobatan disfungsi ereksi pada pria.

Dari cerita tadi sudah cukup jelas ya, sebetulnya obat-obatan untuk ereksi seperti viagra itu tidak mengakibatkan seseorang terkena penyakit jantung, karena ya memang awalnya obat tersebut didesain untuk membantu penyembuhan penyakit tersebut. Tetapi yang harus diingat, setiap obat pasti ada kemungkinan efek samping dan dampak serius jika dikonsumsi secara berlebihan atau sembarangan, itulah mengapa penggunaan obat-obat tersebut aman digunakan selama diberikan oleh dokter andrologi dan sesuai indikasi.

Hati-hati juga dengan produk-produk obat ereksi palsu yang banyak beredar di pasaran. Ada banyak toko obat ilegal yang mengklaim menjual obat ereksi dengan merek ternama dan dijual dengan harga yang murah. Besar kemungkinan obat tersebut adalah palsu, dan kandungannya bisa jadi ada tambahan-tambahan bahan kimia lain yang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi tubuh.

  1. Ereksi pagi hari itu tanda penis yang sehat (FAKTA)

Ereksi pagi hari adalah tanda baik bagi kesehatan penis pria. Hal ini terjadi karena sistem hormon testosteron yang meningkat di pagi hari dan aliran darah penis yang optimal, alhasil timbul-lah kondisi ereksi pagi hari ini.

Ketika hal sebaliknya terjadi, misal seorang pria tidak mengalami ereksi pagi dalam jangka waktu lama, bisa jadi ini menunjukkan adanya permasalahan di kesehatan penisnya. Terlebih apabila memang ia mengalami gangguan kekerasan ereksi penis saat berhubungan seksual dengan pasangan, maka besar kemungkinan penyakit tersebut sudah cukup mengganggu kesehatan.

  1. Makan terong dalam jangka lama bisa mengakibatkan pria terkena impotensi (MITOS)

Saya terus terang juga kurang tahu ya asal muasal mitos yang satu ini, mengapa konsumsi terong diasosiasikan dengan gangguan ereksi penis. Mungkin karena terong digoreng itu lembek dan bentukannya seperti penis, akhirnya diasumsikan memakan terong bisa menyebabkan impotensi.

Terong sebenarnya adalah buah yang aman dikonsumsi dan memiliki zat gizi yang baik untuk kesehatan. Sampai sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan kalau konsumsi terong itu bisa menyebabkan penyakit impotensi.

Sehingga tidak ada masalah bagi pria yang suka dengan konsumsi terong. Tetapi yang harus diperhatikan hati-hati juga ya dengan cara penyajian terongnya. Semisal kalau terongnya digoreng, hal ini bisa mengakibatkan kadar kolestrolnya yang semakin tinggi. Tentu kolestrol yang terlalu tinggi ini tidak baik bagi kesehatan aliran darah penis dan bisa mengakibatkan gangguan ereksi nantinya dalam jangka panjang.

  1. Jamu dan herbal bisa mengobati penyakit impotensi (MITOS)

Ini ada kesalahpahaman banyak orang-orang yang menderita penyakit impotensi, mereka seringkali mengkonsumsi jamu-jamuan dan herbal yang mengklaim bisa memperbaiki ereksi secara instan dengan pertimbangan lebih aman karena tidak mengandung bahan-bahan kimia dari obat-obatan yang berbahaya, sehingga lebih aman.

Faktanya, ada banyak produk ereksi yang mengklaim bebas bahan kimia obat-obatan ternyata dicampur dengan kandungan obat-obat bahan kimia secara illegal, seperti sildenafil yang biasa terdapat dalam obat viagra.

Permasalahannya adalah, kita tidak tahu berapa kandungan dosis di dalamnya, dan seringkali mereka menggunakannya dengan dosis tinggi yang sangat tinggi untuk bisa khasiatnya lebih instan. Pada penggunaan obat kimia resmi saja kita harus berhati-hati dengan dosis dan mempertimbangkan kontraindikasi, apalagi jika dicampur secara sembarangan pada jamu-jamuan herbal tersebut. Hasilnya, bukan tidak mungkin orang yang menggunakan produk tersebut secara sembarangan dapat terkena efek yang membahayakan tubuhnya.

Beberapa tumbuhan memang memiliki dampak baik bagi kesehatan seksual dan ereksi pria, tetapi dampaknya tidak mungkin instan dalam hitungan jam. Jadi, jika ada produk jamu atau herbal yang mengklaim bisa menyembuhkan ereksi secara instan, harap lebih berhati-hati.

  1. Stres bisa menyebabkan terjadinya impotensi (FAKTA)

Selama ini mungkin kita mengira gangguan ereksi hanya menimpa orang dewasa, tetapi faktanya adalah penyakit impotensi bisa mengenai pria baik usia tua maupun muda. Salah satu penyebab gangguan ereksi yang cukup sering, terutama pada pria usia muda, adalah faktor permasalahan pikiran alias stres.

Kenapa stres bisa menyebabkan gangguan ereksi? Hal ini dikarenakan fungsi ereksi itu dikontrol oleh sistem saraf yang tidak bisa dikendalikan oleh tubuh kita secara langsung. Oleh karena itu untuk bisa terjadinya ereksi, kita perlu pikiran yang tenang, rileks, dan nyaman.

Pada seorang pria yang memiliki tingkat stres yang tinggi, seringkali hal ini dapat menyebabkan sistem persarafan yang berperan untuk fungsi ereksi menjadi terhambat dan mengakibatkan timbulnya kesulitan mencapai ereksi saat berhubungan seksual. Keadaan penyakit ini disebut sebagai disfungsi ereksi psikogenik.

  1. Obat untuk ereksi bisa bikin ketergantungan (MITOS)

Terkadang sebagian kecil pasien yang saya resepkan ada yang khawatir ya, karena mereka takut obat-obatan tersebut bisa membuatnya menjadi ketergantungan dan tidak bisa ereksi sama sekali jika tidak menggunakan obatnya. Ini kurang tepat, karena penggunaan obat tersebut justru diupayakan agar seminim mungkin.

Pasien dengan keluhan impotensi akan diperiksa untuk mencari penyebabnya, lalu diberikan penanganan sesuai sebabnya. Jika penyebab gangguan ereksi berhasil ditangani, pemberian obat bisa diturunkan atau dihentikan sama sekali. Pemberian obat dimonitor secara bertahap oleh dokter untuk memastikan aman dan minim efek samping.

  1. Teknik kontrasepsi pria vasektomi bisa menyebabkan terjadinya impotensi (MITOS)

Mungkin ada yang belum tahu ya, vasektomi itu adalah sebuah pendekatan kontrasepsi pria di mana saluran penghantar spermanya akan dipotong. Tujuannya agar saat pria ejakulasi, ia tidak mengeluarkan sperma, sehingga bisa berhubungan seksual tanpa khawatir terjadinya kehamilan.

Berhubung yang dipotong hanya saluran penghantar sperma saja, maka ia akan sangat aman dan tidak mempengaruhi fungsi ereksi atau bahkan orgasme pria. Pria yang menjalani vasektomi tetap bisa terjadi ejakulasi seperti biasa, karena cairan air maninya masih ada yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar organ reproduksi lainnya.

  1. Biaya pengobatan impotensi itu mahal

Untuk masalah ini sebetulnya sangat relatif ya, karena biaya bagi besaran banyak orang itu berbeda-beda. Tetapi yang bisa saya sampaikan, pada prinsipnya banyak jenis pemberian obat dan pemeriksaan itu bergantung pada kondisi setiap orang.

Saya bahkan pernah ada pasien yang berkonsultasi ke saya, ia pulang tanpa membawa obat satu keping-pun dan tidak menjalani pemeriksaan-pemeriksaan penunjang lain seperti lab darah. Hal ini dikarenakan gangguan ereksinya disebabkan oleh faktor pikiran murni, dan ia sendiri mendapatkan cukup pencerahan setelah kami menjalani sesi konsultasi yang dalam.

Tetapi tentu, adapula seorang pria yang dia menderita gangguan ereksi dan ini penyebabnya cukup kompleks. Alhasil ia perlu melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang dan pemberian obat-obatan secara rutin, sehingga tentu biayanya menjadi lebih besar.

Lantas bagaimana caranya supaya tidak keluar uang mahal? Jawabannya adalah dengan melakukan pencegahan sedini mungdkin terjadinya gangguan ereksi dengan melakukan pola hidup sehat. Dan apabila sudah dirasakan adanya penurunan fungsi seksual, segera memeriksakan diri ke dokter andrologi, guna mencegah supaya gangguan ini semakin berat. Karena gangguan impotensi yang berat, itu biasanya memerlukan penanganan yang lebih kompleks lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top